1. Bakpia

Bakpia Pathok

Bakpia Pathok

Bakpia juga erat hubungannya dengan budaya Tionghoa. Dahulu, bakpia diisi dengan daging babi, namun karena pengaruh Islam di Jawa, isi bakpia kemudian diganti dengan kacang hijau yang telah dicincang dan diberi rasa manis dari gula.

Saat ini, bakpia sudah mengalami banyak perkembangan. Berbagai varian rasa pun mulai diciptakan guna menarik perhatian pembeli. Anda bisa membeli bakpia dengan rasa durian, coklat, keju, kumbu hitam dan berbagai varian rasa lainnya.

Bakpia dapat dengan mudah Anda temui di kawasan Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo dan berbagai pusat oleh-oleh yang tersebar di Yogyakarta.

2. Yangko

Yangko

Yangko

Ini dia kue moci khas Yogyakarta. Yangko memang mirip sekali dengan kue moci, jajanan yang terbuat dari tepung beras ketan ini memiliki tekstur yang kenyal, berisi kacang cincang dan rasanya manis legit persis kue moci. Yangko memiliki penampilan yang sangat menarik, dengan bentuk kotak dan warna-warni cerah serta taburan tepung. Satu kotak yangko umumnya berisi 30 buah dengan rasa yang bervariasi.

Salah satu produsen yangko yang populer di kota Yogyakarta adalah Yangko Pak Prapto. Yangko Pak Prapto juga disebut sebagai yangko generasi pertama karena telah ada sejak tahun 1921. Anda bisa menemukan Yangko Pak Prapto di Jalan Pramuka No. 82, Yogyakarta. Selain di sini, Anda juga bisa menemukan yangko dengan mudah di segala penjuru kota.

3. Geplak

Geplak

Yogyakarta memang terkenal dengan kulinernya yang bercitarasa manis, termasuk untuk camilannya. Salah satu yang patut Anda coba sekaligus bisa dijadikan oleh-oleh adalah geplak.

Geplak terbuat dari daging kelapa yang diiris tipis dan dimasak dengan campuaran gula. Saat ini, geplak telah dimodifikasi sehingga tersedia dalam berbagai varian rasa dan warna cerah menggoda. Geplak identik dengan rasanya yang sangat manis, bahkan jika Anda meminum teh manis setelah menyantap geplak, teh yang Anda minum akan terasa tawar.

4. Gudeg Kering

Gudeg

Gudeg

Menyukai gudeg tapi khawatir basi saat ingin membawa pulang makanan ini? Tenang. Anda bisa membawa gudeg kering sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Gudeg sebenarnya ada dua jenis, gudeg basah dan gudeg kering. Untuk dibawa pulang ke kota asal, tentunya gudeg kering lebih cocok. Gudeg kering tak banyak berbeda dari gudeg basah, hanya saja proses memasaknya membutuhkan waktu yang lebih lama dan rasanya yang cenderung lebih manis dari gudeg basah. Gudeg kering bisa bertahan sampai 3 hari, untuk penyimpanan lebih baik diletakkan di lemari es.

Salah satu tempat yang menjual gudeg jenis ini adalah Gudeg Yu Djum yang terletak di Jalan Kaliurang 5, Yogyakarta. Di sini, Anda bisa menyantap gudeg di tempat atau memesan paket untuk di bawa pulang. Gudeg yang dibawa pulang biasanya dikemas dalam besek atau kendil, sesuai keinginan Anda.

5. Coklat Monggo

Coklat Monggo

Coklat Monggo

Tak perlu jauh-jauh ke Belgia untuk dapat merasakan sensasi nikmat coklat. Di Yogyakarta, Anda bisa menikmati coklat Yogyakarta dengan cita rasa Belgia, namanya Coklat Monggo.

Coklat Monggo diolah dari biji coklat pilihan yang didapat dari Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Pemilik Coklat Monggo ini merupakan pria berkebangsaan Belgia, sehingga ia tahu benar bagaimana cara meracik coklat yang tepat dan menghasilkan rasa yang nikmat khas coklat di negerinya.

Meskipun pemiliknya orang asing, Coklat Monggo tetap membawa unsur budaya Jawa. Hal ini bisa terlihat dari namanya, ‘monggo’, yang dalam bahasa Jawa berarti ‘silakan’. Hal lainnya terlihat dari kemasan coklat yang menampilkan gambar wayang. Selain itu, Coklat Monggo juga sangat ramah lingkungan. Kemasannya terbuat dari kertas daur ulang bersertifikat yang aman untuk kemasan makanan.

Anda bisa datang ke Jalan Dalem KG III/978, Kotagede, Yogyakarta. Di sini, selain membeli coklat Anda juga bisa melihat langsung proses pembuatan coklat dari dapurnya yang hanya disekat dinding kaca.

6. Salak Pondoh

Salak Pondoh

Salak Pondoh

Keberadaan Gunung Merapi tampaknya memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Tanah di beberapa daerah seperti Magelang, Muntilan dan Sleman sangat subur dan cocok untuk budidaya buah salak pondoh. Salak pondoh memiliki ciri khas daging yang kering berwarna putih dan rasanya manis segar. Sekali mencicipinya, tak akan cukup satu buah salak pondoh.

Menariknya, terdapat satu tempat agrowisata salak pondoh yang terletak di Kampung Gandung, Bangunkerto, Sleman. Kawasan seluas 27 hektar ini memiliki perkebunan salak dilengkapi dengan taman bermain anak, kolam renang dan juga kolam pancing.

Selain dapat membeli salak di kawasan agrowisata, Anda juga bisa dengan mudah menemukan salak pondoh ini di kios-kios buah di sepanjang jalan kota.

7. Batik

Batik Jogja

Batik tak bisa dilepaskan begitu saja dari Yogyakarta. Batik juga selalu masuk dalam daftar oleh-oleh yang wajib dibeli oleh wisatawan yang datang ke kota ini. Batik tak hanya berupa kain dan pakaian. Kreatifitas warga Yogyakarta menjadikan batik dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk, sebut saja tas, syal dan sandal.

Tempat yang bisa Anda kunjungi untuk berburu batik tentu saja kawasan Jalan Malioboro dan Pasar Beringharjo. Selain dua tempat populer ini, Anda bisa mengunjungi Desa Karebet yang merupakan desa wisata penghasil kerajinan batik.

Di Desa Karebet, Anda bisa melihat batik tak hanya pada pakaian dan tas. Di sini, batik tampak lebih menarik karena diaplikasikan di kayu dalam bentuk topeng, gelang dan lain-lain.

 

8. Kerajinan Perak

Kerajinan Perak Jogja

Kerajinan Perak Jogja

Kerajinan perak menjadi jenis oleh-oleh khas Jogja lainnya yang wajib Anda beli. Untuk mendapatkan kerajinan perak ini, silakan datang ke Kotagede, berjarak 5 km dari pusat kota Yogyakarta, yang dikenal sebagai sentra penghasil kerajinan perak sejak zaman Kerajaan Mataram.

Di Kotagede, Anda bisa mengunjungi show room kerajinan perak atau datang ke rumah-rumah pengrajin secara langsung. Bentuk kerajinan perak di sini sangatlah beragam mulai dari perhiasan sampai hiasan dinding/meja. Kualitasnya pun tak perlu diragukan lagi. Kerajinan perak di sini telah banyak dikirim ke luar negeri sejak zaman Belanda.

9. Gerabah Kasongan

Gerabah Kasongan

Gerabah Kasongan adalah oleh-oleh lain yang tak boleh Anda lewatkan. Jika sebelumnya Anda telah berburu kerajinan perak di Kotagede, sekarang saatnya berburu kerajinan dari tanah liat di Desa Kasongan.

Gerabah khas Desa Kasongan ini telah dipercaya memiliki kualitas yang bagus. Gerabah dapat Anda temui dalam beragam bentuk mulai dari guci, vas bunga, lampu hias sampai asbak. Di sini, Anda juga bisa melihat langsung proses pembuatan gerabah mulai dari pembentukan tanah liat sampai pembakaran dan pewarnaan.

 

10. Kaos Dagadu

Dagadu Jogja

Satu lagi yang wajib Anda bawa pulang dari Yogyakarta adalah kaos Dagadu. Kaos ini identik dengan plesetan lucu khas Yogyakarta yang dijamin akan membuat Anda tertawa.

Dagadu sendiri berasal dari bahasa Walikan atau bahasa gaul Yogyakarta, yang berarti ‘matamu’. Hal ini semakin jelas terlihat di logo kaos yang berbentuk sebuah mata.

Untuk tempat pembelian, Anda bisa menemukan kaos ini di Mal Malioboro, Ambarukmo Plaza dan di daerah Pakuningratan yang merupakan lokasi pabriknya berada. Saat ini terdapat banyak sekali kaos abal-abal yang mencatut nama Dagadu. Agar tak tertipu, sebaiknya Anda membeli di tiga tempat tersebut.

 

Sumber : http://anekatempatwisata.com/10-oleh-oleh-khas-jogja-yang-paling-terkenal/

1. Malioboro, Pusat Belanja Kota Jogja

Jangan ngaku pernah ke Jogja jika belum mengunjungi tempat belanja ikonik yang satu ini, ya Malioboro dikenal sebagai salah satu pusat wisata belanja di Jogja yang sudah sangat populer di kalangan wisatawan.

Berjalan kaki sepanjang Malioboro tentu akan membuat Anda ingin memborong berbagai barang yang ada, mulai dari aksesoris etnik, cendera mata khas Jogja hingga lukisan dan wayang kulit yang menarik.

Malioboro, Tempat Belanja Murah di Jogja
Malioboro (Foto: Detik.com)

Berbagai pernak-pernik cantik tentu akan membuat Anda lebih leluasa untuk memilih barang yang diinginkan, jangan lupa untuk menawar di bawah harga yang ditawarkan agar mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah.

Selain aneka barang kerajinan dan batik, Anda pun bisa berbelanja di pusat perbelanjaan modern yang banyak terdapat di sepanjang Jalan Malioboro ini.

2. Pasar Beringharjo, Pusat Grosiran Batik Murah

Wisata belanja di Malioboro tidak bisa terpisah dari Pasar Beringharjo karena letaknya yang berseberangan. Nah, di pasar tradisonal yang menjadi salah satu pusat perekonomian masyarakat ini Anda bisa berbelanja sepuas hati dengan kisaran harga yang relatif murah, terlebih bagi Anda yang pandai menawar.

Berbagai jenis batik dengan motif yang beraneka rupa bisa Anda dapatkan di pasar ini, baik itu kain batik maupun yang sudah berupa pakaian jadi dengan kualitas yang bervariasi sesuai selera.

Alamat Pasar Beringharjo, Tempat Belanja Murah di Jogja
Pasar Beringharjo (Foto: Kratonpedia.com)

Batik dengan kualitas tinggi seperti batik tulis tentu memiliki harga yang relatif mahal jika dibandingkan dengan batik yang berkualitas di bawahnya seperti batik cap, demikian juga dengan bahan kain yang digunakan seperti sutera, katun atau yang lainnya.

Berbagai perlengkapan fashion lainnya juga bisa Anda dapatkan di pasar ini, mulai dari sepatu, tas, aksesoris hingga keperluan rumah tangga seperti sprei hingga gordyn dan lainnya.

3. Kerajinan Perak Kotagede

Bagi Anda pecinta perak, maka sentra kerajinan perak di Kotagede bisa menjadi salah satu tempat wisata belanja yang wajib dikunjungi. Kotagede merupakan pusat kerajinan perak terbesar di Jogja yang sudah sangat terkenal dan menjadi sumber ekonomi warga setempat.

Alamat Pusat Kerajinan Perak, Tempat Belanja Murah di Jogja
Pusat Kerajinan Perak (Foto: Detik.com)

Berbagai aksesoris cantik dari perak bisa Anda dapatkan dengan harga yang kompetitif, selain itu berbagai sovenir unik berbahan perak juga tak kalah menariknya dengan pengerjaan yang detail dan teliti sehingga semakin menambah nilai seni di dalamnya. Anda pun bisa memesan jenis aksesoris sesuai dengan desain yang diinginkan, cukup menarik bukan?

4. Kasongan, Pusat Souvenir dan Aksesoris Kota Jogja

Bagi Anda pecinta kerajinan gerabah, maka wajib untuk singgah ke Kasongan yang merupakan sentra kerajinan gerabah yang sudah sangat populer di Jogja.

Terletak di Pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul, lokasi wisata belanja yang satu ini bisa ditempuh dalam waktu 10-20 menit dari pusat kota Jogja.

Alamat Wisata Kasongan, Tempat Belanja Murah di Jogja
Desa Kasongan (Foto: Bisnis.com)

Baca Juga: Tempat Wisata Terbaru di Jogja

Ada banyak barang kerajian yang bisa Anda dapatkan di tempat ini, mulai dari pot bunga, lampu hias, guci, patung hingga souvenir untuk pernikahan yang pastinya berkualitas dan memiliki nilai seni tinggi sehingga bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menghiasi rumah dengan unsur etnik yang ada di dalam kerajinan gerabah.

5. Desa Wisata Krebet, Sentra Kerajinan Batik Kota Jogja

Media batik dengan menggunakan kayu tentu akan memberikan nuansa tersendiri dalam sebuah karya seni yang unik.

Alamat Desa Wisata Krebet, Tempat Belanja Murah di Jogja
Desa Wisata Krebet (Foto: Antaranews.com)

Salah satunya adalah sentra kerajinan batik di Desa Krebet, dimana batik kayu menjadi karya unggulan yang sangat menarik bahkan telah menembus pasar internasional.

Beberapa jenis barang yang bisa Anda beli antara lain topeng, wayang, hingga aksesoris yang unik.

6. Kerajinan Kulit Manding, Pusat Kerajinan Kulit Kota Jogja.

Manding merupakan sentra kerajinan kulit yang terletak di Jalan Parangtritis Km 11, Bantul. Di tempat wisata belanja ini Anda bisa mendapatkan berbagai produk kerajinan berbahan kulit dengan kualitas yang sudah tidak diragukan lagi.

Lokasi Kerajinan Kulit Manding, Tempat Belanja Murah di Jogja
Kerajinan Kulit Manding (Foto: Info-Jogja.com)

Mulai dari dompet, tas, sepatu, ikat pinggang hingga jaket yang dibanderol dengan harga yang bervariasi dan pastinya relatif lebih murah jika dibandingkan dengan harga di mall, bahkan masih memungkinkan untuk menawar harga yang ada. Yang menarik Anda pun bisa melihat secara langsung proses pembuatan kerajinan kulit di lokasi ini.

7. PASTY, Pasar Satwa dan Tanaman Hias Kota Jogja

Terletak di Dongkelan, PASTY atau Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta menjadi pusat jual beli tanaman hias dan aneka satwa yang tak pernah sepi pengunjung.

Alamat Pasty, Tempat Belanja Murah di Jogja
Pasty (Foto: VisitingJogja.com)

Di lokasi ini Anda bisa menemukan berbagai jenis satwa yang bisa dipelihara, mulai dari anjing, kucing, burung, reptil hingga ikan hias yang beraneka warna.

 

Sumber : http://www.arwini.com/daftar-7-tempat-belanja-murah-di-jogja-yang-wajib-anda-dikunjungi/

1. Awali perjalananmu dengan berburu matahari terbit di Puncak Suroloyo.

Pemandangan di Puncak Suroloyo

Pemandangan di Puncak Suroloyo via solehudin91.blogspot.com

Gak perlu jauh-jauh mendaki gunung buat menikmati matahari terbit di atas awan. Puncak Suroloyo yang terletak di Pegunungan Menoreh, Kulon Progo, DIY, ini menawarkan pesona matahari terbit dengan hamparan awan yang gak kalah keren dari gunung-gunung yang terkenal di Yogyakarta. Dari gardu pandang tertinggi di 1.019 mdpl, kamu bisa memandang empat gunung—Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro—serta Candi Borobudur yang kadang tertutup kabut dari kejauhan.

Mendapatkan pemandangan indah di Puncak Suroloyu tentu bukan tanpa usaha. Kamu mesti menapaki sekitar 290 anak tangga untuk sampai ke puncaknya. Oh iya, menurut legenda, tempat ini dulunya merupakan lokasi di mana Raden Mas Rangsang mendapatkan wangsit untuk melakukan tapa kesatriyan. Raden Mas Rangsang tak lain adalah Sultan Agung Hanyakrakusuma, orang yang menjadi penguasa tanah Jawa.

2. Nikmati indahnya pantulan senja dari Permukaan Waduk Sermo di Kalibiru, Kulon Progo.

Kalibiru dengan latar Waduk Sermo.

Kalibiru dengan latar Waduk Sermo. via twitter.com

Masih di kawasan Pegunungan Menoreh, Kulon Progo, ada satu tempat indah yang sangat cocok untuk menikmati tenggelamnya senja. Kalibiru adalah nama sebuah desa sekaligus hutan wisata yang terletak di kecamatan Kokap, Kulonprogo. Karena kepedulian warga dalam menjaga salah satu sumber penghidupan mereka, Kalibiru menjadi lokasi ekowisata menarik yang terpelihara dengan baik.

Di tempat ini, kamu bisa menikmati trekking dengan latar pepohonan hijau. Untuk menyambangi Kalibiru, kamu hanya dikenai tarif 3 ribu rupiah saja. Ada tempat yang asyik buat berfoto di sini, yaitu sebuah platform kecil dari kayu yang terletak di atas pohon pinus. Untuk naik ke atasnya, kamu mesti mendaki tangga bambu. Dari sini, Waduk Sermo tampak jelas di kejauhan. Tunggulah sampai senja tiba dan memantulkan cahaya keemasan di permukaan waduk.

3. Temukan romantisme senja yang manis berbalut kesempatan memacu adrenalin di Bukit Parang Endog.

Pemandangan dari Bukit Parang Endog

Pemandangan dari Bukit Parang Endog via diasporaiqbal.blogspot.com

Pantai Parangtritis yang terletak di Bantul, tepatnya 27 km selatan kota Yogyakarta memang sangat terkenal. Tapi, kita gak akan membahas pantai ini. Di ujung timur Pantai Parangtritis, ada tempat keren yang biasa digunakan sebagai landasan pacu olahraga paralayang, bernama Bukit Parang Endog.

Jika kamu tertarik untuk mencoba olahraga paralayang ini, kamu bisa melakukan paralayang tandem bersama pilot berpengalaman dengan membayar sekitar 300 ribu sekali terbang. Tapi kalau enggak, tempat ini juga asyik untuk nongkrong. Dari atas bukit kamu bisa melihat keelokan Pantai Parangtritis dari ketinggian. Pemandangan sunset dari atas sini juga keren, lho!

4. Jangan lupa naik ke kaki Gunung Merapi. Kamu bisa melihat ketangguhan warga Jogja dalam menghadapi bencana di Museum Sisa Hartaku.

Museum Sisa Hartaku

Museum Sisa Hartaku via intisari-online.com

Erupsi Merapi pada akhir 2010 lalu masih menyematkan kenangan pilu di benak penduduk Desa Kepuharjo yang terletak di lereng gunung berapi paling aktif ini. Tapi, alih-alih terus meratap, Pak Riyanto mengubah sisa-sisa harta bendanya menjadi sebuah museum mungil yang menarik.

Museum Sisa Hartaku memamerkan benda-benda yang tersisa dari sergapan wedhus gembel yang ditata di puing-puing rumah Pak Riyanto. Meski sederhana, tempat ini sarat makna; ia memamerkan saksi-saksi kedahsyatan semburan awan panas yang panasnya mencapai ribuan derajat. Ada bangkai sapi yang tinggal belulang, bangkai sepeda motor, gamelan yang tampak terbakar, serta sejumlah perkakas lainnya.

5. Jajal cave tubing di Kalisuci. Ini kesempatanmu meluncur bebas menyelami indahnya perut bumi.

Cave tubing di Kalisuci

Cave tubing di Kalisuci via beautifultraveling.wordpress.com

Cave tubing adalah kegiatan susur goa menggunakan ban dalam atau body rafting melewati sungai yang terletak di dalam bumi. Belakangan ini, yang sedang naik daun adalah aktivitas cave tubing di Goa Pindul, Gunung Kidul, DIY; tempat itu selalu dipadati wisatawan. Tapi, sebenarnya ada satu lagi lokasi cave tubing yang gak kalah seru, yaitu Kalisuci,

Kalisuci terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. Disebut Kalisuci karena di sini terdapat mata air—letaknya di atas aliran sungai—yang sangat jernih dan tetap jernih meskipun air sungai mengeruh ketika musim hujan. Dengan membayar retibusi sebesar 5 ribu dan paket cave tubing sebesar 70 ribu, kamu sudah bisa menikmati petualangan menyusuri sungai di perut bumi.

6. Datangilah Candi Sambisari di Dusun Purwomartani. Tempatmu bisa napak tilas jejak peradaban Hindu Kuno yang tersohor

Candi Sambisari

Candi Sambisari via nda90history.blogspot.com

Jika kamu berkunjung ke Kecamatan Kalasan, Sleman, DIY, sempatkan untuk mampir ke Dusun Sambisari yang terletak di Kelurahan Purwomartani. Ada sebuah candi Hindu kecil yang dinamai Candi Sambisari. Candi ini ditemukan oleh seorang petani pada tahun 1966 di areal yang awalnya merupakan persawahan. Para ahli purbakala membutuhkan waktu 21 tahun untuk menyusun kembali batu-batu candi ini.

Yang unik, kompleks candi ini berada 6,5 meter lebih rendah dibanding tanah di sekelilingnya. Candi ini gak memiliki banyak relief atau hiasan, tapi kamu bisa melihat patung Dewi Durga, istri Dewa Siwa. Berhadapan dengan candi utama, ada tiga candi pendamping yang tidak lagi utuh. Gak ada salahnya mencoba mengunjungi situs purbakala yang cantik ini, apalagi masuknya kamu gak dipungut biaya, lho.

7. Tenangkan pikiranmu dalam kedamaian alam khas pedesaan di Curug Indah Tegalrejo, Gunung Kidul.

Curug Indah Tegalrejo

Curug Indah Tegalrejo via Instagram.com

Secara administratif. Curug Indah Tegalrejo ini terletak di Tegalrejo, ujung timur Gunung Kidul, Yogyakarta. Tapi, masyarakat setempat juga menyebutnya Curug Bayat, karena lokasinya yang berbatasan dengan daerah Bayat, Klaten. Untuk akses menuju ke tempat ini, memang jauh lebih cepat jika kamu melewati Klaten lalu belok ke selatan menuju Bayat. Dari Yogyakarta, kamu bisa sampai ke Curug Indah Tegalrejo dalam jangka waktu 1 jam, dengan menggunakan motor atau mobil.

Curug yang masih relatif minim pengunjung ini terdiri dari beberapa curug yang bertingkat dan dinaungi pepohonan hijau di kanan kirinya. Kalau kamu punya nyali, kamu bisa mencoba terjun dari atas tebing ke curug di bawahnya. Tapi hati-hati, karena curugnya cukup dangkal. Salah-salah kamu malah bisa cidera saat berlibur.

Untuk datang ke curug ini, kamu hanya dipungut biaya parkir yang dikelola oleh warga sekitar. Di Curug Indah Tegalrejo suasana asri khas pedesaan akan terasa sangat kental.Kamu tidak akan sering bertemu sesama turis di sini. Justru warga sekitar dan anak-anak sekolah yang sengaja mampir untuk menyegarkan badan dengan air dari sumber mata air murni lah yang lebih sering kamu jumpai. Damai, tenang, dan tradisional. Begitulah gambaran Curug Indah Tegalrejo.

8. Nikmati surga tersembunyi yang kini sudah mulai banyak dikunjungi di Pantai Pok Tunggal

Pantai Pok Tunggal dengan pohon

Pantai Pok Tunggal dengan pohon durasnya. via deeluxz.blogspot.com

Gunung Kidul terkenal dengan sejumlah pantainya yang berpasir putih. Tapi, ada sebuah pantai yang unik karena tersembunyi di antara tebing-tebing karang yang terjal. Pok Tunggal, namanya.

Untuk sampai ke Pantai Pok Tunggal, kamu bisa menggunakan kendaraan atau trekking dari sisi timur Pantai Indrayanti. Di sini, terdapat sebuah pohon Duras yang menjadi ikon pantai ini. Nama Pok Tunggal pun berasal dari keberadaan Pohon Duras yang jadi vegetasi satu-satunya di sini. Pohon Duras tersebut hanya memiliki satu dasar pohon (pok), sehingga membuat penduduk sekitar menamai pantai yang ada di dekatnya dengan Pok Tunggal.

Beberapa tahun lalu, Pantai Pok Tunggal masih sangat sepi. Hampir tidak ada wisatawan yang datang ke sini. Namun kini, Pok Tunggal sudah mulai dikenal. Kalau ingin merasa pantai ini seperti pantai pribadi, jangan berkunjung ke sini saat akhir pekan — melainkan datanglah di hari kerja. Oh iya, jangan juga asal memanjat Pohon Duras yang jadi ikon pantai ini, ya. Pohon ini amat berharga maknanya bagi penduduk sekitar.

9. Jogja punya Goa Jomblang. Tempatmu bisa menilik setitik cahaya surga walaupun masih jadi manusia.

Cahaya di Goa jomblang

Cahaya di Goa jomblang via www.n-journal.com

Kalau kamu tertarik dengan wisata goa, kamu gak boleh melewatkan Goa Jomblang. Goa yang terletak di perbukitan karst Gunung Kidul ini merupakan goa vertikal yang menyimpan keunikan yang gak biasa. Untuk mencapai dasar goa kamu harus menggunakan peralatan khusus yang standar keamanannya terjaga dan didampingi oleh pemandu. Biaya wisata ke Goa Jomblang cukup mahal, sekitar Rp 450.000,00 untuk 2 orang.

Bagi yang enggan mengeluarkan uang lebih untuk menyewa alat atau sudah punya alat sendiri, ada baiknya kamu melancarkan teknik single rope dulu sebelum berkunjung ke sini. Sebab turunan yang harus kamu lalui untuk masuk ke gua cukup ekstrim.

Waktu yang paling baik untuk mengunjungi goa ini adalah sekitar pukul 10.00-12.00, karena posisi matahari sedang tinggi sehingga kamu bisa melihat ‘cahaya surga’. Di dalam goa ini juga terdapat hutan purba yang memiliki vegetasi unik. Keindahan goa ini dijamin bikin kamu terkagum-kagum. Cuma di Goa Jomblang kamu bisa merasakan sekelumit sensasi surga walau masih berstatus sebagai manusia.

10. Jika kamu merasa Jogja terlalu terik, berbeloklah ke daerah selatan. Ada Hutan Pinus Mangunan di Dlingo, Bantul.

Hutan Pinus Mangunan

Hutan Pinus Mangunan via alamkuindahsekali.blogspot.com

Jogja sekarang kok rasanya makin panas, ya? Nah, hutan pinus Mangunan ini cocok banget buat kamu yang ingin melarikan diri sejenak dari teriknya matahari Yogyakarta. Terletak di daerah perbukitan di daerah Dlingo, Bantul, hutan ini menawarkan kesejukan serta pemandangan yang jarang kamu temukan di tempat lain. Makanya, tempat ini sering dijadikan lokasi pemotretan atau sekadar hunting foto. Puas berfoto, kamu juga bisa meneruskan perjalanan ke kebun buah Mangunan yang letaknya tak jauh dari sini.

 

Sumber : http://www.hipwee.com/travel/20-surga-tersembunyi-di-yogyakarta-yang-layak-jadi-destinasi-liburanmu-selanjutnya/